Tuesday, 20 February 2018

PENGGUNAAN OBAT SECARA AMAN DAN EFEKTIF




Pengertian Obat
Sediaan/ panduan bahan-bahan yang digunakan untuk mempengaruhi/ menyelidiki system fisiologi/ keadaaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi.
Tujuan penggunaan obat secara aman dan efektif
1.       Agar dapat tercapai tujuan pengobatan.
2.       Mencegah efek yang tidak diinginkan (efek samping obat atau keracuan obat).
3.       Mencegah resistensi/ kekebalan kuman (penggunaan antibiotik).
4.       Menghemat biaya pengobatan.

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat
1.       Dosis/ takaran obat
Dosis/ takaran obat merupakan jumlah/ takaran obat sekali minum. Apabila berlebihan dapat meningkatkan resiko keracunan obat, dan apabila dosis kurang maka efektivitas terapi tidak tercapai.
2.       Rute penggunaan obat
Rute penggunaan obat ada beberapa macam:
  1. Per-oral
-          Obat yang diminum lewat mulut.
-          Bias berupa sediaan tablet, kapsul, sirup, drop, puyer.
-          Ada beberapa jenis obat yag tidak boleh digerus, seperti sediaan tablet salut enteric dan sediaan lepas lambat (SR, ER, XR, OROS).
  1. Intra Vena
-          Obat yang diinjeksikan pada pembuluh darah.
-          Harus dilakukan oleh tenaga ahli seperti dokter atau perawat.
  1. Intra Muskular
-          Obat yang disuntikkan ada jaringan otot.
-          Biasa dilakukan pada daerah pantat.
-          Harus dilakukan oleh tenaga ahli seperti dokter atau perawat.
  1. Sub-kutan
-          Obat yang diinjeksikan pada jaringan di bawah kulit, contohnya seperti insulin.
-          Dapat dilakukan oleh pasien/ keluarga dengan instruksi khusus.
  1. Intra kutan
Diinjeksikan pada jaringan kulit, contohnya saat tes alergi atau tes mantoux (tes TBC pada anak).
  1. Obat luar, seperti tetes mata, tetes telinga, lotion, salep, cream, bedak, suppositoria, ovula, sediaan  semprot hidung, tetes hidung, metered dose aerosol.
3.       Waktu penggunaan obat
  1. Waktu minum obat menentukan efektivitas terapi.
  2. Ada obat yang diminum sebelum atau sesudah makan.
  3. Untuk obat-obat kronik, sebaiknya diminum pada jam yang sama setiap harinya agar kadar obat dalam darah stabil sehingga menghasilkan efek terapi yang optimal.
  4. Obat-obat tertentu mempunyai waktu minum obat yang optimal pagi, siang, atau malam hari (chronotherapy), salah satu contohnya obat-obat kolestrol lebih baik diminum saat malam hari sebelum tidur.
4.       Frekuens penggunaan obat
  1. Frekuensi penggunaan obat perupakan berapa kali obat diminum dalam sehari.
  2. Untuk obat-obat simptomatik yang diminum bila perlu, terdapat frekuensi maksimal sehari berapa kali yang tidak boleh dilampaui.
  3. Cara membaca etiket:
5.       Lama penggunaan obat
Lama penggunaan obat tergantung pada jenis obatnya:
  1. Bersifat simptomatik (mengatasi gejala), antibiotic yang diminum sampai habis, atau obat yang harus diminum rutin untuk penyakit kronis.
  2. Untuk obat simptomatik/ mengatasi gejala tertentu (seperti obat panas, obat pusing, obat mual, dan sejenisnya) diminum bila perlu dan bila gejala sudah tidak dirasakan maka obat dapat dihentikan.
  3. Untuk antibiotik, lama penggunaan sampai obat habis, minimal lama terapi 3 hari. Untuk antibiotik tertentu seperti obat untuk pengobatan tuberculosis/ TBC, lama penggunaan obat minimal 6 bulan. Bila penggunaan antibiotik terputus di tengah (tidak sampai habis atau kurang dari 3 hari) dapat meningkatkan kemungkinan resistensi/ kekebalan kuman penyebab penyakit.
  4. Untuk obat-obat penyakit kronis, obat diminum rutin hingga waktu control berikutnya.
6.       Apa yang harus dilakukan bila lupa
Setiap obat mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga anda dapat menanyakan pada dokter atau apoteker apa yang harus anda lakukan bila terlupa minum obat.
7.       Resiko bila aturan penggunaan obat tidak dipatuhi
Bila aturan pakai tidak dipenuhi dapat mengakibatkan:
  1. Tidak tercapainya tujuan terapi.
  2. Meningkatkan resiko keracunan/ efek samping obat.
8.       Cara penyimpanan obat
  1. Penyimpanan obat sangat terkait pada sifat stabilitasnya, bila penyimpanan tidak sesuai, dapat mengakibatkan kerusakan obat.
  2. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan obat adalah membaca instruksi penyimpanan yang pada labil/ kemasan obat.
  3. Untuk obat-obat yang mempunyai stabilitas baik, umumnya penyimpanan pada suhu ruang (di bawah 30⁰c) yang sejuk, tidak lembab, dan terhindar dari sinar matahari. Untuk kemasan sirup yang sudah terbuka, selalu perhatikan bentuk fisk cairan, apabila sudah berubah warna, bau, rasa dan endapan tidak bisa homogeny saat dikocok (sediaan suspense) maka sirup sudah tidak dapat digunakan.
  4. Untuk obat-obat yang memiliki stabilitas kurang baik atau bentuk sediaan tertentu (seperti suppositoria atau ovula), maka penyimpanan sesuai instruksi pada kemasan (ada yang di bawah 15⁰c atau 8⁰c).
  5. Hal lain yang penting adalah selalu perhatian tanggal kadaluarsa obat.
Share:

Sunday, 18 February 2018

STROKE



Pengertian
Syroke adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak.
Ada dua jenis  gangguan pembuluh darah yaitu : Penyumbatan dan Perdarahan
suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara lokal atau global, yang dapat menimbulkan kematian atau kelainan yang menetap lebih dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali
Fakta tentang stroke
·         Penyebab Kematian urutan ke tiga di USA
·         Penyebab kecacatan urutan pertama.
·         Data survei Kesehatan Rumah Tangga (1995) DepKes RI-- penyakit vaskuler ( Jantung & Stroke )--penyebab kematian pertama di Indonesia.
Penyebab Stroke
Ada dua jenis penyebab yaitu penyumbatan dan perdarahan.
1.     Otak dialiri darah yang membawa oksigen/udara dan makanan, darah ini mengalir di dalam pembuluh darah, karena pembuluh darah kelebihan lemak dan efek tekanan darah tinggi yang menyempitkan pembuluh darah maka dapat terjadi sumbatan pembuluh darah
2.     Tekanan darah yang tinggi menyebabkan pembuluh darah pecah sehingga terjadi perdarahan otak
Faktor Resiko stroke
1.     Hipertensi : tensi diatas 140 / 90 mmHg
2.     Kencing manis ( banyak minum,dan makan, sering kencing, badan menjadi kurus, nyeri kesemutan di telapak kaki dll )
3.     Dislipidemia ( Kolesterol LDL &  trigliserida meningkat )
4.     Merokok
5.     Obesitas
6.     Sakit jantung
7.     Asam urat
Tanda dan Gejala
Gejala Parah :
tiba-tiba jatuh,tidak sadar/ mengantuk, mengorok – segera, jangan tunda bawa ke Rumah Sakit.
Gejala Sedang :
tiba-tiba lumpuh separoh anggota gerak, bicara menjadi pelo, mulut perot, sulit bicara, bicara tidak nyambung, sakit kepala hebat, muntah, kepala muter. penglihatan dobel, gelap separoh.
Gejala Ringan:
tiba-tiba lemah ringan separoh anggota gerak, ( berjalan diseret,,sering tersandung, sandal sering lepas satu sisi, sulit memegang gelas, sisir, kesemutan separoh badan,tebal separoh badan atau wajah,
Diet
Pembatasan atau pengurangan konsumsi garam serta banyak minum.
Panduan pasien paska rawat inap
Obat
Konsumsi obat yang diberikan oleh dokter untuk perawatan di rumah secara teratur sesuai instruksi.
Aktivitas
1.     Istirahat beberapa hari untuk memulihkan keadaan
2.     Menghindari kegiatan fisik yang berlebihan
3.     Latihan menggerakan bagian tubuh yang mengalami kelemahan secara teratur.
Pencegahan Stroke
1.     Gaya hidup sehat
a.     Mengatur pola makan:
b.     Beras merah, kedele, sayur hijau, buah jeruk, apel.
c.     Vit B6, B12, riboflavin ( memecah homosistein ), Ca,.
d.     Ikan tuna, salmon 2 kali seminggu.
e.     Kurangi garam, gorengan, mentega, keju, daging berlemak.
f.      Sebaiknya nutrisi dari makanan alami bukan suplemen
2.     Olah raga teratur
Aerobik ( jalan cepat, bersepeda, senam, berenang dll ) minimal 3 kali perminggu tiap kali 30 menit. 10000 langkah/ hari .Hal ini dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki DM, menurunkan berat badan., meningkatkan HDL.
3.     Mengatasi stress dan istirahat cukup
a.     Doa, firman, hubungan pribadi dengan Tuhan.
b.     Tidur teratur 6 – 8 jam sehari.
4.     Mengobati penyakit risiko.
Kontrol  :
Kontrol ke dokter Spesialis Penyakit Dalam sesuai jadual yang telah ditentukan dokter.
Hal-hal yang harus diperhatikan
Hubungi dokter anda / segera ke rumah sakit bila :
1.     Keluhan timbul sebelum jadual kontrol.
2.     Ada tanda-tanda alergi obat seperti merah pada kulit, gatal, bengkak pada mata dan bibir, sesak nafas.
Tiba-tiba badan lemas, keluar keringat dingin, terjadi penurunan kesadaran.
Share:

Informasi Pendaftaran Online

Informasi Pendaftaran Online
Langkah-Langkah Pendaftaran Online

INFO PENDAFTARAN ONLINE VIA WhatsApp

INFO PENDAFTARAN ONLINE VIA WhatsApp
Pendaftaran Online Via WhatsApp RSUM SURYA MELATI telah diupgrade dan diganti dengan layanan PENDAFTARAN ONLINE VIA WEBSITE

Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah 'Aisyiyah se-Jawa Timur

Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah 'Aisyiyah se-Jawa Timur

Pusat Informasi

Untuk informasi, kritik, dan saran
silakan Hubungi
Call Center: 08125-98-87-511